Wagub Kaltim: Peternak Domba Kaltim Berpeluang Besar Dukung Swasembada Daging
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mendorong pencapaian swasembada pangan, tidak hanya beras dan jagung, tetapi juga kebutuhan daging. Salah satu potensi yang dinilai dapat dikembangkan untuk mendukung target tersebut adalah sektor peternakan domba.
Wakil Gubernur Kaltim Dr H
Seno Aji mengatakan, peluang peternak domba di daerah untuk berkontribusi
memenuhi kebutuhan daging Kaltim sangat besar, di samping pengembangan
komoditas sapi, ayam, dan kambing.
"Kami sudah mendapat
laporan bahwa peternak-peternak domba Kaltim ini antusiasmenya sangat luar
biasa," kata Seno Aji saat menerima audiensi jajaran Dewan Pengurus Daerah
Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (DPD HPDKI) Kalimantan Timur di ruang
rapat Wagub Kaltim, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, kebutuhan
daging kambing dan domba di Kaltim saat ini masih belum sepenuhnya dapat
dipenuhi dari produksi lokal. Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui
penguatan peternak daerah.
"Secara keseluruhan,
Kaltim masih kekurangan sekitar 40 sampai 50 persen daging domba untuk
kebutuhan konsumsi," ungkapnya.
Seno Aji menyebut, untuk
memenuhi kebutuhan tersebut, Kaltim masih mendatangkan daging beku dari Pulau
Jawa, bahkan domba hidup dari luar negeri.
"Kita juga sering
mendatangkan daging-daging beku dari Jawa. Juga domba hidup, bahkan dari
Australia," jelasnya.
Karena itu, Wagub berharap
HPDKI dapat mengambil peran strategis dalam memperkuat ekosistem peternakan
domba di Kaltim. Salah satunya melalui edukasi dan sosialisasi secara lebih
intensif mengenai pola budidaya serta peluang pasar kepada para peternak.
"Kami berharap HPDKI
ini mampu melahirkan peternak-peternak domba yang mandiri, sehingga mendukung
percepatan swasembada daging Kaltim," harapnya.
Dalam audiensi tersebut,
Seno Aji didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim drh
Arief Murdiyatno.
Sementara itu, Sekretaris
DPD HPDKI Kaltim Adung Karyo Sedio Utomo menjelaskan, kepengurusan HPDKI Kaltim
terdiri dari para peternak domba dari berbagai daerah yang menjalankan usaha
peternakan dari sektor hulu hingga hilir.
"Kami melakukan ternak
domba mulai dari budidaya, pemotongan, pemasaran hingga pengolahannya. Dan
domba tidak hanya menghasilkan daging, tetapi juga pupuk dari kotoran dan
susu," jelas Adung.
Ia mengungkapkan, populasi
domba yang dikembangkan anggota HPDKI dan peternak lainnya mengalami
peningkatan signifikan. Dari sebelumnya sekitar 600 ekor, kini telah mencapai
sekitar 3.000 hingga 4.000 ekor.
Namun, jumlah tersebut
dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasar yang cukup besar. Kebutuhan
daging domba di Kaltim diperkirakan mencapai sekitar 1.000 hingga 1.250 ekor
per minggu atau sekitar 5.000 hingga 6.000 ekor per bulan.
"Pangsa pasar daging
domba sangat besar untuk kebutuhan konsumsi. Ada sampai 50.000 sampai 60.000
ekor dalam satu semester," ungkap anggota HPDKI lainnya.
Audiensi tersebut turut
dihadiri Ketua dan pengurus DPC HPDKI Balikpapan, Bontang, Samarinda, serta
pengurus DPD HPDKI Kaltim.
Pemprov Kaltim berharap
penguatan sektor peternakan domba dapat menjadi salah satu langkah konkret
mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah sekaligus membuka peluang
usaha baru bagi masyarakat dan peternak lokal.
Dengan dukungan pemerintah
dan organisasi peternak, pengembangan domba diharapkan semakin produktif,
mandiri, dan mampu berkontribusi terhadap terwujudnya swasembada daging di
Kaltim.(mar)